Pembelajaran berbasis lapangan kembali diterapkan dalam mata kuliah Entrepreneurship dalam Pendidikan Program Studi Doktor Kependidikan Pascasarjana Universitas Jambi melalui kegiatan observasi dan eksplorasi potensi kawasan Candi Muara Jambi yang dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Kelas B yang terdiri dari delapan mahasiswa luar daerah dengan domisili asal Kerinci, Padang, Kabupaten Dharmas Raya, dan Palembang.
Kegiatan lapangan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual dalam mata kuliah Entrepreneurship dalam Pendidikan yang diampu oleh Prof. Dr. Drs. Ali Idrus, M.Pd., M.E., Prof. Dr. Drs. Sukendro, M.Kes., AIFO, dan Dr. Atri Widowati, S.Pd., M.Or. Melalui pendekatan berbasis pengalaman langsung, mahasiswa diarahkan untuk memahami bagaimana konsep kewirausahaan dapat diterapkan dalam pengembangan pendidikan, budaya, dan potensi ekonomi masyarakat berbasis lokalitas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi di kompleks Candi Muara Jambi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan identifikasi terhadap potensi kawasan sebagai sumber pembelajaran, pusat wisata budaya, sekaligus ruang pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Mahasiswa mengamati berbagai aspek mulai dari tata kelola kawasan, aktivitas wisata, fasilitas pendukung edukasi, hingga peluang pengembangan program berbasis entrepreneurship education yang dapat melibatkan masyarakat sekitar.



Melalui observasi tersebut, mahasiswa diajak menganalisis bagaimana situs warisan budaya dapat dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai media pembelajaran inovatif yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial. Berbagai ide pengembangan muncul, seperti penguatan paket wisata edukatif, pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal, hingga pemberdayaan masyarakat melalui produk kreatif dan layanan wisata berbasis kearifan lokal.
Selain melakukan observasi kawasan candi, mahasiswa juga mengunjungi Pasar Dusun Karet yang berada di sekitar kawasan wisata. Di lokasi ini, mahasiswa mempelajari aktivitas ekonomi masyarakat serta pola interaksi sosial dan budaya yang berkembang di lingkungan sekitar situs sejarah. Observasi pasar menjadi sarana untuk melihat secara langsung praktik kewirausahaan masyarakat lokal, mulai dari pengelolaan usaha kecil, pemasaran produk tradisional, hingga potensi integrasi antara sektor perdagangan lokal dengan pengembangan wisata budaya.
Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan observasi berbagai destinasi wisata di sekitar kawasan candi. Mahasiswa melakukan pemetaan potensi wisata penunjang yang dapat dikembangkan secara terpadu dengan kawasan Candi Muara Jambi. Dari hasil pengamatan tersebut, mahasiswa didorong untuk merancang model pengembangan pendidikan kewirausahaan yang mampu menghubungkan sektor pendidikan, pariwisata, budaya, dan ekonomi masyarakat dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.


Keikutsertaan mahasiswa dari berbagai daerah turut memperkaya perspektif dalam diskusi dan analisis lapangan. Beragam pengalaman dan latar belakang daerah asal mahasiswa menjadi modal penting dalam merumuskan gagasan inovatif yang dapat diadaptasi pada konteks daerah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, mata kuliah Entrepreneurship dalam Pendidikan tidak hanya memberikan pemahaman teoritis mengenai kewirausahaan, tetapi juga membangun kemampuan mahasiswa doktoral dalam membaca peluang, memecahkan persoalan nyata di masyarakat, serta menghasilkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan pelestarian budaya lokal.

