JAMBI — Tim Doktor Kependidikan Universitas Jambi (UNJA) menggelar pelatihan intensif penulisan dan publikasi artikel ilmiah bagi guru SMK di SMKN 3 Muaro Jambi. Program ini menargetkan dua capaian utama: kemampuan menulis artikel yang memenuhi kaidah jurnal dan kesiapan unggah (submit) melalui sistem Open Journal Systems (OJS) di jurnal nasional terakreditasi.
“Kami ingin menutup dua celah utama: kemampuan menulis berbasis data dan literasi digital publikasi—mulai pemilihan rujukan kredibel, pengelolaan sitasi, hingga simulasi OJS,” ujar Urip Sulistiyo dari Pascasarjana UNJA, mewakili tim pelaksana.


Pelatihan yang dibawakan Urip Sulistiyo, Yanto, Raden Muhammad Ali, Mukhlash Abrar (FKIP UNJA) dan Muhammad Haris Effendi Hasibuan (Pascasarjana UNJA) memadukan paparan konsep, klinik draf, dan praktik langsung menggunakan perangkat digital. Materi mencakup struktur naskah jurnal (IMRaD/varian), bahasa akademik, etika publikasi, kurasi sumber tepercaya, penggunaan Zotero/Mendeley, penyesuaian template jurnal, pengecekan tata bahasa serta similarity, hingga simulasi unggah naskah dan dokumen pendukung (surat orisinalitas, cover letter) di OJS.
“Tidak berhenti di kelas. Kami dampingi sampai paket submission lengkap—ini kunci agar draf tidak mandek di tengah jalan,” tegas Yanto.
Hasil Terlihat Cepat
Mayoritas peserta berhasil menuntaskan draf artikel sesuai kaidah—struktur sistematis, sitasi akurat, dan daftar rujukan rapi. Para guru juga membuat serta mengoptimalkan profil Google Scholar sebagai arsip portofolio ilmiah. Sejumlah naskah kini siap dikirim ke jurnal sasaran, sementara sebagian peserta mulai menulis artikel populer di media daring untuk diseminasi awal.


Menurut Raden Muhammad Ali, penguatan literasi digital membantu guru “membaca” pedoman penulis dengan tepat. “Banyak naskah bagus secara substansi, tetapi gagal di tahap awal karena format dan kelengkapan berkas. Literasi digital publikasi menjembatani itu,” jelasnya.
Dampak ke Kelas dan Karier
Pelatihan ini menautkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan publikasi ilmiah: guru memetakan persoalan pembelajaran, mengeksekusi tindakan, lalu mengonversi temuan menjadi artikel yang argumentatif dan berbasis data. Praktik ini bukan hanya memenuhi bukti kinerja akademik untuk kenaikan pangkat, tetapi juga mendorong perbaikan pembelajaran yang terukur.


“Ketika guru terbiasa menulis dan merevisi berdasarkan data kelasnya sendiri, kualitas praktik mengajar ikut terangkat,” kata Muhammad Haris Effendi Hasibuan.
Dijaga Berkelanjutan
Agar ritme menulis tidak putus, tim mendorong pembentukan komunitas penulis guru di sekolah: writing sprint bulanan, peer review terstruktur, dan klinik draf berkala. Sekolah juga didorong menstandarkan infrastruktur literasi digital—Zotero/Mendeley, alat cek kesamaan dan tata bahasa—serta menyiapkan repositori internal untuk arsip naskah dan data PTK.
Program ini menargetkan strategi jurnal bertahap: mulai dari jurnal SINTA yang selaras dengan tema dan lini masa publikasi, lalu naik kelas seiring peningkatan mutu naskah.

