{"id":3672,"date":"2025-04-26T10:33:08","date_gmt":"2025-04-26T03:33:08","guid":{"rendered":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/?p=3672"},"modified":"2025-04-26T10:46:45","modified_gmt":"2025-04-26T03:46:45","slug":"dosen-prodi-doktor-kependidikan-unja-tekankan-pentingnya-inovasi-di-tengah-kemajuan-teknologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/2025\/04\/26\/dosen-prodi-doktor-kependidikan-unja-tekankan-pentingnya-inovasi-di-tengah-kemajuan-teknologi\/","title":{"rendered":"Dosen Prodi Doktor Kependidikan UNJA Tekankan Pentingnya Inovasi di Tengah Kemajuan Teknologi"},"content":{"rendered":"\n<p>Dunia pendidikan tinggi menghadapi tantangan baru seiring pesatnya kemajuan teknologi digital yang terus mengubah wajah dunia kerja, komunikasi, dan pembelajaran. Dalam menghadapi dinamika ini, perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang melahirkan lulusan berkualitas dan berdaya saing global. Hal ini menjadi salah satu penekanan utama dalam paparan yang disampaikan oleh Prof. Urip Sulistiyo, S.Pd., M.Ed., Ph.D., dosen Program Studi Doktor Kependidikan Universitas Jambi (UNJA), saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Akademik Universitas Terbuka (UT) Medan yang diselenggarakan dalam rangkaian Wisuda Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam forum akademik yang dihadiri oleh para lulusan UT, dosen, dan civitas akademika lainnya, Prof. Urip menyampaikan pandangannya tentang perlunya reformasi berkelanjutan dalam sistem pendidikan tinggi agar mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dan transformasi digital yang melanda hampir seluruh sektor kehidupan. Pendidikan tinggi menurutnya tidak cukup hanya menyiapkan lulusan yang bisa beradaptasi, melainkan juga yang mampu menciptakan solusi, inovasi, dan peluang kerja baru secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Sudut pandang Prodi Doktor Kependidikan Universitas Jambi dalam hal ini sangat jelas: inovasi harus menjadi bagian integral dari proses pendidikan, mulai dari kurikulum, pembelajaran, hingga riset dan pengabdian kepada masyarakat. Lulusan program doktor tidak hanya dibekali dengan kemampuan akademik dan riset, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kepemimpinan, berpikir kritis, dan keberanian mengambil peran sebagai agen perubahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih dari itu, keterlibatan dosen Prodi Doktor Kependidikan UNJA dalam kegiatan berskala nasional seperti seminar akademik ini mencerminkan komitmen institusional dalam menjalin kemitraan strategis lintas perguruan tinggi. Sinergi ini diyakini mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, kontekstual, dan berbasis pada tantangan lokal maupun global.<\/p>\n\n\n\n<p>Perspektif transdisipliner juga menjadi sorotan penting dalam paparan Prof. Urip. Dalam konteks pembelajaran dan riset, pendekatan ini dipandang mampu mengatasi kompleksitas persoalan pendidikan yang tidak lagi dapat diselesaikan secara sektoral. Pendidikan masa depan membutuhkan kolaborasi antara ilmu pendidikan, teknologi, kewirausahaan, dan bahkan ilmu sosial serta humaniora untuk menghasilkan lulusan yang tangguh dan fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui keterlibatan aktif dalam forum ini, Prodi Doktor Kependidikan UNJA menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong perubahan paradigma pendidikan tinggi. Penguatan budaya akademik yang berbasis inovasi, riset unggul, dan keterlibatan sosial terus diupayakan untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin pendidikan yang memiliki dampak luas, tidak hanya dalam dunia akademik, tetapi juga pada pembangunan daerah dan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Seminar Akademik UT Medan tahun ini menjadi salah satu momentum penting untuk menyuarakan kembali pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk masa depan bangsa. Dengan kontribusi pemikiran dari tokoh-tokoh akademisi nasional seperti Prof. Urip, acara ini menghadirkan perspektif baru dan inspiratif bagi seluruh peserta yang akan memasuki babak baru dalam perjalanan profesional mereka.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\"><strong>Undangan<\/strong><\/h6>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/328_Prof.-Urip_Undangan-Narsum-Seminar-Akademik-Wisuda.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of 328_Prof. Urip_Undangan Narsum Seminar Akademik Wisuda.\"><\/object><a id=\"wp-block-file--media-184655d9-764f-4c31-be5e-64bdf51d6a6a\" href=\"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/328_Prof.-Urip_Undangan-Narsum-Seminar-Akademik-Wisuda.pdf\">328_Prof. Urip_Undangan Narsum Seminar Akademik Wisuda<\/a><a href=\"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/328_Prof.-Urip_Undangan-Narsum-Seminar-Akademik-Wisuda.pdf\" class=\"wp-block-file__button wp-element-button\" download aria-describedby=\"wp-block-file--media-184655d9-764f-4c31-be5e-64bdf51d6a6a\">Download<\/a><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia pendidikan tinggi menghadapi tantangan baru seiring pesatnya kemajuan teknologi digital yang terus mengubah wajah dunia kerja, komunikasi, dan pembelajaran. Dalam menghadapi dinamika ini, perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang melahirkan lulusan berkualitas dan berdaya saing global. Hal ini menjadi salah satu penekanan utama dalam paparan yang disampaikan&hellip;&nbsp;<a href=\"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/2025\/04\/26\/dosen-prodi-doktor-kependidikan-unja-tekankan-pentingnya-inovasi-di-tengah-kemajuan-teknologi\/\" rel=\"bookmark\">Read More &raquo;<span class=\"screen-reader-text\">Dosen Prodi Doktor Kependidikan UNJA Tekankan Pentingnya Inovasi di Tengah Kemajuan Teknologi<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"","neve_meta_content_width":0,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3672"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3677,"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672\/revisions\/3677"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/doktorkependidikan.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}